Karya Ilmiah Perdana di waktu SMP

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang Masalah

            Kesehatan merupakan anugrah terbesar dari Allah SWT. Untuk itu , kesehatan sangat penting dijaga dalam hidup kita. Jika kita sehat, maka segala aktivitas yang kita lakukan sehari-hari akan terlaksana dengan baik dan berjalan lancar. Salah satu cara agar kita sehat adalah kita harus menghindari hal-hal yang membuat diri kita sakit, contohnya merokok.

            Namun, dewasa ini banyak sekali orang yang tidak peduli terhadap kesehatannya. Terbukti, di sekitar kita banyak sekali orang yang memiliki kebiasaan merokok. Motivasinyapun beragam,dari yang hanya iseng, biar dikatakan keren, gengsi, sampai yang sudah ketagihan. Konsumsi rokok di kalangan pria maupun wanita semakin meluas. Setiap hari baik pagi, siang, sore, malam, di berbagai tempat kita sering melihat orang merokok.

            Orang-orang yang merokok sebenarnya mengetahui zat-zat  yang terdapat dalam rokok itu berbahaya bagi tubuh. Contohnya tar, nikotin, karbonmonoksida, senyawa piridin, dan ammonia,  tetapi mereka  tidak menghiraukan akan hal itu, bahkan di dalam bungkus rokok terdapat tulisan “ Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.” Walaupun adanya peringatan itu, ternyata jumlah perokok semakin bertambah terutama di kalangan remaja pria.

            Untuk menyikapi hal tersebut, maka penulis mencoba membahasnya dalam karya tulis ini yang menjelaskan tentang sejarah merokok, pengertian rokok, zat-zat yang terkandung dalam rokok, jenis rokok, bahaya rokok, hukum merokok, kasus tentang rokok,  tips  berhenti merokok, dan upaya menanggulangi bahaya rokok.

 

1.2              Rumusan Masalah

            Berdasarkan paparan di atas, maka rumusan masalahnya adalah “ Bagaimana cara mencegah bahaya rokok di Indonesia ?”

 

1.3              Tujuan Penulisan

            Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat  bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan yang menimbulkan berbagai penyakit di dalam tubuh kita, bahkan dapat menyebabkan kematian.

 

1.4              Manfaat Penulisan

            Karya tulis ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengatahuan kepada masyarakat tentang berbagai dampak yang ditimbulkan dari merokok dan supaya masyarakat lebih termotivasi lagi untuk mencegah bahaya rokok di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KATAKAN TIDAK PADA ROKOK

 

2.1              Sejarah Merokok

            Rokok terbuat dari daun tembakau. Tembakau adalah daun yang dikeringkan dari beberapa Nicotiana, yaitu sebangsa tanaman yang termasuk dalam famili kentang. Tembakau berasal dari Amerika Selatan bagian utara dan ditanam di beberapa tempat di benua Amerika sebelum Columbus datang ke benua itu. Tembakau berasal dari bahasa Indian tabaco, yang dipakai baik untuk tanaman itu  maupun untuk pipa yang dipakai untuk merokoknya.

            Menurut Anonim (2004:52) sejarah merokok adalah konon ketika Columbus membawa sejumlah kecil tembakau ke Spanyol dari Kuba. Kita tahu bahwa tanaman itu pada awalnya diekspor dari Amerika ke Portugis. Disana tanaman itu menarik perhatian duta besar Prancis, Jean Nicot yang kemudian mengirimkan beberapa benihnya ke Prancis sekitar tahun 1560. Dari nama Nicot diperoleh nama Nicotiana , yaitu genus yang meliputi tanaman-tanaman tembakau serata nikotin, yaitu alkaloid yang terkandung dalam tembakau itu.

            Sir Francis Drake membawa tembakau dari Amerika ke Inggris pada tahun 1585. Ia menceritakan pada Sir Walter Raleigh bahwa ia telah melihat orang-orang Indian menghembuskan asap yang berasal dari daun tembakau. Kepada Sir Walter itulah seharusnya kita berikan penghormatan karena ia telah mempopulerkan merokok dengan pipa di Inggris. Kebiasaan merokok itu meluas ke banyak Negara, tetapi juga ada yang tidak menyukainya. Bahkan setelah kebiasaan merokok itu sudah tertanam pada pria pada umumnya, diusahakan agar wanita tidak tertularkan kebiasaan itu. Sampai pada abad XX wanita yang merokok dianggap wanita kasar atau eksentrik. Dewasa ini kebiasaan  merokok itu telah meluas di antara pria dan wanita.

            Anonim (2004:240) menyatakan bahwa sejarah merokok itu dimulai oleh orang Spanyol yang meniru kebiasaan menghisap daun tembakau yang dibakar dari bangsa Aztec di Amerika  sekitar tahun 1518. Merokok kemudian tersebar di Eropa Selatan ke timur sampai Turki dan kemudian ke selatan  ke negeri-negeri Arab. Orang Indonesia meniru orang Arab maupun orang Spanyol, Portugis, dan Belanda.

            Menurut dr. Aiman Husaini (2006:15) dunia mengenal rokok pada abad ke-15, seiring dengan awal perjalanan Columbus dan para pelaut Spanyol ke sebuah benua baru yang kemudian dikenal dengan nama benua Amerika pada tahun 1518. Pada saat itu, rokok telah menjadi satu hal yang lazim dilakukan oleh penduduk asli di benua baru tersebut, yakni para Indian yang sebenarnya pula para Indian tersebut mengenalnya dari tetangga mereka, masyarakat Meksiko.

            Kebiasaan merokok inipun secara otomatis menular kepada para pelaut Spanyol, dalam setiap perjalanan mereka di Laut Tengah maupun dalam perjalanan mereka di Eropa Selatan. Eropa Utara baru mengenal rokok pada tahun 1850, sedangkan kebiasaan merokok di Amerika Serikat bisa dibilang masih baru, yakni baru menyebar pada tahun 1865 bila dibanding dengan Eropa yang telah mengenalnya terlebih dahulu.

            Menyebarnya kebiasaan merokok pada masa itu beriringan dengan menyebarnya persepsi yang salah, yakni bahwa menghisap daun tembakau merupakan salah  satu model pengobatan dengan tumbuhan dan dedaunan. Maka tak heran bila kemudian pada masa itu, para tabib dan dokter memerintahkan pasiennya untuk merokok sebagai satu bentuk pengobatan bagi penyakit yang mereka derita, hingga demikian, bisa dipahami mengapa akhirnya kebiasaan merokok kemudian menjadi satu kebiasaan yang mendarah daging di antara banyak orang.

            Sedangkan permulaan munculnya kebiasaan merokok di negara-negara Arab dan negara Islam baru terjadi di akhir abad 10 Hijriah. Kebiasaan ini mereka kenal dari orang Yahudi dan Nasrani yang datang ke negara mereka.

            Masyarakat Mesir baru mengenal rokok sekitar tahun 1601 atau 1603. Konon orang pertama yang memperkenalkannya adalah Ahmad bin Abdullah Al-Kharijy.

            Di samping itu, Anonim dalam Wikipedia Bahasa Indonesia (2004:01) menyatakan bahwa manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad ke-16 , ketika bangsa Eropa menemukan Benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.

 

2.2              Pengertian Rokok

            Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001:960) menyatakan bahwa rokok adalah gulungan tembakau kira-kira sebesar kelingking yang dibungkus oleh daun nipah atau kertas, sedangkan menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Tanpa tahun : 714) rokok yaitu gulungan tembakau yang dibakar dan diisap asapnya.

            Selain itu, menurut Anonim dalam Wikipedia Bahasa Indonesia (2004 : 01) rokok ialah silinder dari kertas berukuran panjang 70-120 mm yang (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.

Anonim (2000:103) menyatakan bahwa rokok adalah lintingan kertas yang berisi daun tembakau yang dikeringkan dan dicacah yang penggunaannya dengan membakar salah satu ujungnya dan menghisap asapnya dari ujung yang lain.

            Sementara itu, situs www.organisasi.org (2007:01) menyatakan bahwa rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

            Di samping itu, menurut situs www.netsains.com (2006) pengertian rokok adalah benda yang mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen , yang 200 elemen diantaranya berbahaya bagi kesehatan.

            Sejalan dengan pendapat di atas, situs www.anneahira.com (2008) menyatakan bahwa rokok ialah barang atau benda haram yang harus dihindari sejauh mungkin , karena zat yang terkandung di dalamnya dapat merusak tubuh.

            Berdasarkan paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa rokok adalah benda yang terbuat dari daun tembakau yang dibungkus daun nipah atau kertas yang dibakar, kemudian diisap  asapnya dan zat-zat yang terkandung di dalamnya berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, bahkan kematian.

 

2.3              Zat-zat yang terkandung dalam rokok

Dr. Aimin Husaini (2006:23) menyatakan bahwa kandungan zat kimiawi dalam sebatang rokok adalah nikotin, tar, insektisida, polycyclic, dan karsinogens. Nikotin bersifat zat adiktif yang membuat seseorang menjadi ketagihan untuk bisa selalu merokok. Zat ini sangat berbahaya, bagi kesehatan tubuh manusia maupun binatang. Selain itu, nikotin adalah satu penyebab jantung koroner dan kanker. Tar adalah racun bagi tubuh, insektisida zat ini pun sangat beracun dan umumnya banyak digunakan untuk membunuh serangga. Polyclinic, zat ini menyerang paru-paru dan menyebabkan kerusakan yang fatal bagi perokok aktif. Asap yang dihasilkan dari pembakaran tembakau dan kertas sigaret mengandung beragam zat kimiawi yang sangat berbahaya dan mampu memicu penyakit kanker bagi siapapun yang menghirupnya.

Menurut Presiden LSM Smoke – Free Kids dalam Ariyadin (tanpa tahun:28) menemukan bahwa efek penambahan citarasa (gliserol ) bisa membahayakan paru-paru. Gliserol merupakan bahan yang dibuat dari lemak hewani atau nabati (rasanya manis) untuk dicampurkan dengan tembakau sebagai pelembab. Setelah dibakar, unsur kimiawi gliserol dapat berubah menjadi acrolein (zat asam yang sangat tajam).

Selain itu American Council on Science and Health dalam Ariyadin (tanpa tahun : 28) menyatakan bahwa gliserol bisa mengakibatkan peradangan paru-paru yang memicu kanker paru-paru.

Di samping itu Ariyadin (tanpa tahun:28) menyatakan bahwa  zat-zat beracun dalam rokok adalah formaldehida , zat ini seringkali digunakan untuk membasmi bakteri, sehingga zat ini dimanfaatkan sebagai desinfektan dan juga bahan pengawet. Sedangkan dalam bidang medis, formaldehida digunakan untuk mengeringkan kulit. Zat ini beracun apabila terhisap yang dapat menyebabkan iritasi kepala dan membrane mukosa yang menyebabkan keluarnya air mata, pusing, dan tenggorokan terasa terbakar. Zat ini ditemukan oleh ahli kimia yang berkebangsaan Jerman yang bernama Willhelm von Hofman pada tahun 1967. Methanol merupakan alkohol yang dibuat dari destilasi (pembakaran kering tanpa udara) serbuk kayu. Sejumlah bahan kayu dibakar kering dalam sebuah tabung hampa udara dan gas yang dihasilkannya kemudian didinginkan , sehingga dapat mengembunkan methanolnya. Hydrogen Cyanide  sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat ayng paling ringan, mudah terbakar, dan sangat efisien untuk menghalangi pernafasan. Jika Cyanide dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian, sehungga zat ini sering digunakan untuk mengekskusi terdakwa yang divonis hukuman mati. Ammonia merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari hydrogen dan nitrogen. Zat ini sangat tajam baunya dan sangat merangsang. Apabila masuk ke peredaran darah gas ini dapat menyebabkan pingsan. Zat ini dimanfaatkan sebagai bahan pembersih lantai. Pyridine sejenis cairan yang tidak berwarna dan baunya sangat tajam, dapat mengubah sifat alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.

Menurut situs http://www.organisasi.org (2008:01) zat-zat yang terkandung dalam rokok adalah tar, nikotin, dan karbonmonoksida ( CO ). Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru yang bersifat karsinogen (penyebab kanker). Nikotin adalah zat adiktif yang memengaruhi saraf dan peredaran darah. Zat ini menyebabkan ketergantungan dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.

            Karbonmonoksida ( CO ) adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen. Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Selain itu, gas C0 juga lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak , akan kurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbonmonoksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok sedikit demi sedikit akan berpengaruh pada jalan napas dan pembuluh darah.

            Anonim (2004:53) menyatakan bahwa selain mengandung nikotin dan tar asap rokok juga mengandung senyawa piridin, amoniak, karbondioksida, karbonmonoksida, asam organik, keton, dan aldehida. Pada tingkat yang berbeda, semua zat tadi bersifat mengganggu membran berlendir yang terdapat pada mulut dan saluran pernapasan.

            Menurut Ramlan (2006:53) zat yang terkandung dalam rokok yakni tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar dapat menimbulkan kanker paru-paru dan menjadi penyebab iritasi pada paru-paru sehingga menimbulkan batuk. Nikotin bersifat adiktif sehingga dapat menyebabkan ketagihan. Nikotin juga bersifat racun dan dapat menaikkan tekanan darah serta detak jantung. Karbonmonoksida mengurangi suplai oksigen. Pada keadaan normal, hemoglobin di dalam darah akan mengikat oksigen. Oksigen dibutuhkan untuk membakar sari-sari makanan sehingga diperoleh energi. Namun, karbonmonoksida yang dihasilkan asap rokok dapat mengurangi jumlah oksigen. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan sesak napas.

2.4              Jenis Rokok

            Menurut Anonim (2004:02) rokok dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yakni :

 

  1. Rokok berdasarkan bahan pembungkus
  1. Klobot adalah rokok yang bahan pembungkusnya  daun jagung
  2. Kawung adalah rokok yang bahan pembungkusnya daun aren.
  3. Sigaret adalah rokok yang bahan pembungkusnya kertas
  4. Cerutu adalah rokok yang bahan pembungkusnya daun tembakau

 

  1. Rokok berdasarkan bahan baku atau isi
    1. Rokok putih adalah rokok yang bahan baku atau isinya hanya daun tembakau yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
    2. Rokok kretek adalah rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau dan cengkeh yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.
    3. Rokok klembak adalah rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan kemenyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

 

  1. Rokok berdasarkan pembuatannya
    1. Sigaret Rokok Tangan (SKT) adalah rokok yang proses pembuatannya dengan cara digiling atau dilinting dengan menggunakan tangan dan alat bantu sederhana.
    2. Sigaret Rokok Mesin (SKM) adalah rokok yang proses pembuatannya menggunakan mesin. Sederhananya, material pokok dimasukkan ke dalam mesin pembuat rokok. Keluaran yang dihasilkan mesin pembuat rokok batangan. Saat ini mesin pembuat rokok telah mampu menghasilkan keluaran sekitar 6000-8000 batang rokok/menit. Mesin pembuat rokok, biasanya dihubungkan dengan mesin  pembungkus rokok sehinggga keluaran yang dihasilkan bukan lagi berupa batangan namun telah dalam bentuk pak. Ada pula mesin pembungkus rokok yang mampu menghasilkan keluaran berupa rokok dalam press, satu press berisi 10 pak. Sayangnya, sebelum ditemukan mesin yang mampu menghasilkan SKT karena terdapat perbedaan diameter pangkal dengan diameter ujung SKT. Pada SKM, lingkar pangkal rokok dan lingkar ujung rokok sama besar.

 

  1. Rokok berdasarkan penggunaan filter
    1. Rokok Filter (RF) adalah rokok yang pada bagian pangkalnya terdapat gabus.
    2. Rokok Non Filter (RNF) adalah rokok yang bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

Menurut Anonim (2004:240) jenis rokok adalah rokok putih, rokok kretek, rokok yang dibuat menggunakan tangan, dan rokok yang dibuat menggunakan mesin, dan rokok klembak. Rokok kretek, yaitu rokok yang dibubuhi cengkeh sebagai bahan citarasanya dan bentuknya agak mengarah ke kerucut, sedangkan rokok putih tidak dibubuhi cengkeh dan berbentuk silender. Rokok klembak menggunakan bahan pembuatnya, yakni menyan dan daun tembakau.

 

2.5              Bahaya Rokok

Anonim dalam koran Jambi Independent (2008) menyatakan bahwa merokok akan membuat pembuluh darah mengkerut , termasuk pada organ seks. Merokok akan menyebabkan gangguan ereksi, karena aliran darah menuju penis berkurang.

Menurut Trinuzi (2008:44) asap rokok yang mengandung karbondioksida dan methane merupakan gas rumah kaca penyebab pemanasan global.

Wisnu Hendra (2004:12) menyatakan bahwa rokok dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang. Tidak jarang pula pecandu rokok yang berkata “ Aku lebih baik tidak makan daripada tidak merokok.”

Menurut Ramlan (2006:54) bahaya rokok ialah menyebabkan lidah perokok menjadi kekuningan dan tidak dapat mencicip rasa dengan baik. Asap rokok dapat membuat rambut dan baju menjadi bau. Adanya kandungan nikotin dalam rokok  gigi dan kuku menjadi kekuningan.

Sukron Abdillah (2007:83) menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan jantung tidak sehat, sesak napas , wajah menjadi tidak cerah lagi, dan menambah pengeluaran.

Tim Maxsimus (2007:60) menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan kanker. Untuk itu rokok itu harus dihindari dari lingkungan kita tinggal agar kita tidak pernah berfikir untuk mencoba.

Menurut Bayu Wirawan (2007:37) merokok juga bisa meningkatkan  resiko karena serangan jantung dan stroke. Sebuah penelitian yang melibatkan 200 perokok yang dirawat sebagai pasien penderita penyakit jantung menemukan bahwa berhenti merokok dapat memperbaiki kesehatan bahkan bagi mereka yang menderita penyakit jantung berat.

Di Amerika, sekitar 180.000 orang meninggal tiap tahunakibat penyakit cardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) yang disebabkan merokok. Dan penyakit ini adalah pembunuh nomor satu. Lebih parah lagi,  merokok juga meninggikan resiko kematian bagi orang yang mudah terkena penyakit arteri koroner, seperti penderita tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, gejala pengerasan arteri atau ayng keluarganya memiliki riwayat serangan jantung dan sroke.

Menurut situs www.netsains.com (2006) efek racun pada rokok membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung
  • Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Situs www.oganisasi.org (2007:01) menyatakan bahwa bahaya rokok yakni:

1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.

2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.

4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.

5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.

6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.

Menurut situs www.stop merokok.co.id (2008) rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Tejadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk diakal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C.

Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludan. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob (suasana bebas zar asam) sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok berisiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang perokok. Pada perokok terdapat penurunan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang terdapat di dalam ludah yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan memakan bakteri-bakteri penyerang tubuh sehinggal sel pertahanan tubuh tidak peka lagi terhadap perubahan di sekitarnya juga terhadap infeksi.

Gusi seorang perokok juga cenderung mengalami penebalan lapisan tanduk. Daerah yang mengalami penebalan ini terlihat lebih kasar dibandingkan jaringan di sekitarnya dan berkurang kekenyalannya. Penyempitan pembuluh darah yang disebabkan nikotin mengakibatkan berkurangnya aliran darah di gusi sehingga meningkatkan kecenderungan timbulnya penyakit gusi.

Tar dalam asap rokok juga memperbesar peluang terjadinya radang gusi, yaitu penyakit gusi yang paling sering tejadi yang disebabkan oleh plak bakteri dan faktor lain yang dapat menyebabkan bertumpuknya plak di sekitar gusi.

Menurut Djoko Arisworo, Yusa, dan Nana Sutresna (2007:181) bahaya rokok yakni menyebabkan penyempitan pembuluh darah (artherosklerosis), penyakit jantung koroner, mengubah fungsi metabolisme, seperti naiknya kadar gula, naiknya kadar asam lemak, kerusakan sel reproduksi pria dan wanita, meningkatnya jumlah bayi lahir premature, dan menurunkan berat badan bayi waktu lahir.

Yustin Wiranaga (2008:18) menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan penyakit bronchitis, ephisema, dan COPD (penyakit paru-paru kronis). Cara terbaik melindungi diri dari COPD adalah tidak mengkonsumsi rokok karena rokok dapat menimbulkan penyakit-penyakit tersebut.

Menurut Drs. Bagod Sudjadi dan Dra. Siti Laila, M.Pd. (2006:12) rokok mengakibatkan timbulnya penyakit kanker paru-paru, tenggorokan, lidah, kerongkongan, dan rahang. Selain itu menyebabkan impotensi, gangguan saluran pernapasan, hilangnya nafsu makan, mempengaruhi tekanan darah, detak jantung, persediaan oksigen, dan keseimbangan asam pada janin dalam kandungan.

Nikotin yang terdapat dalam rokok akan menyebabkan kelumpuhan pada ujung syaraf yang terdapat pada otot pernapasan. Kelumpuhan tersebut dapat mengakibatkan kematian. Nikotin juga dapat mempengaruhi kelenjar hipofisa sehingga kelenjar hipofisa sehingga kelenjar tersebut akan mengeluarkan hormon antideuritik yang menahan pengeluaran air seni.

Gerald C. Davidson (2006:512) menyatakan bahwa perokok pasif dapat menderita kerusakan paru-paru, kemungkinan permanent karena terpapar asap rokok dalam waktu yang lama. Selain itu, perokok pasif berisiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskuler.

Yustin Wiranaga (2005:21) menyatakan bahwa nikotin yang terdapat dalam rokok akan sangat mempengaruhi sistem saraf dan akan meningkatkan asetilkolin dan norepinetrin,, yaitu senyawa-senyawa otak , yang berhubungan dengan mood, perhatian, dan memori seseorang. Melalui rokok, nikotin langsung masuk ke dalam otak. Darah akan mengambil nikotin dari rokok yang dihisap sama efisiennya ketika darah mengambil oksigen dan membawanya dalam hitungan detik ke otak. Atensi, memori, dan kemampuan analisa para pecandu rokok akan muali menurun hanya 4 jam setelah hisapan rokok terakhir. Hal ini terjadi karena terdapat gangguan fisiologis akibat perubahan aktivitas elektrik pada otak.

Berdasarkan keterangan di atas, kita dapat mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari berbagai zat yang terdapat dalam rokok, tar yang dapat menyebabkan kanker,nikotin yang menyebabkan kecanduan, karbonmonoksida yang dapat mengikat oksigen dalam darah. Rokok itu selain merugikan diri sendiri dan orang lain. Jalan terbaik untuk menjaga kesehatan kita adalah dengan cara tidak merokok. Merokok itu sama sekali tidak ada nilai positifnya , justru berbagai dampak negatif yang ditimbulkan sangat banyak.

 

 

2.6              Hukum Merokok

Penganut Mazhab Imam Hanafi dalam dr. Aiman Husaini (2006:160) menyatakan bahwa setiap perokok memahami dengan  baik bahwa asap rokok sangat berbahaya dan tidak memiliki manfaat dan kebaikan sedikitpun. Dengan demikian , maka merokok dapat difatwakan haram.

Penganut Mazhab Imam Hambali dalam dr. Aimin Husaini (2006:161) menyatakan bahwa Syeikh Abdullah bin Syeikh mengungkapkan dari perkataan Rasulullah dan para ahli ilmu dipahami pengharaman tembakau yang banyak digunakan pada masa ini.

Sementara itu, Penganut Mazhab Imam Syafi’i dalam dr. Aimin Husaini (2006:161) menyatakan bahwa dalam kitab Baghiyyatul murtarsyiddin dikatakan “ Diharamkannya menjual tembakau bagi mereka yang ingin meminumnya atau memberikannya sebagai minumanbagi orang lain. Tembakau adalah seburuk-buruknya tumbuhan. Tembakau bisa melumpuhkan keadaan diri dan financial. Seorang yang memiliki harga diri dan wibawa tidak akan pernah menggunakannya.

Menurut Abdul Karim Muhammad Nashr (2008:42) merokok bukan termasuk makan dan bukan pula pengobatan , berarti mengkonsumsi rokok merupakan perbuatan sia-sia hukumnya haram. Selain itu, tembakau  termasuk perkara yang buruk karena dilarang Allah SWT. Dilihat dari rasanya yang pahit, baunya yang tidak enak serta akibatnya yang berat. Baunya yang tidak enak bukan saja mengganggu orang-orang yang tidak merokok, akan tetapi juga mengganggu malaikat yang mulia. Islam telah melarang mengganggu orang lain dengan bau-bauan yang tidak enak. Makan dari itu merokok itu hukumnya haram.

Dengan berbagai alasan di atas, dapat disimpulkan bahwa merokok adalah perbuatan yang haram dan tidak ada nilai positifnya bagi diri sendiri maupun orang lain.

 

2.7              Upaya mencegah Bahaya Rokok

Betapa sulitnya memberantas kebiasaan merokok . Hampir semua orang mengetahui bahwa racun nikotin  yang terdapat dalam asap rokok membahayakan kesehatan. Bukan hanya untuk perokok itu sendiri melainkan juga untuk orang-orang disekitarnya yang ikut menghirup asap tersebut (perokok pasif) .

Menurut Anonim (2004:05) pengendalian merokok sebenarnya telah diupayakan di antaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dibeberapa tatanan dan sebagian wilayah Jakarta, Kota Bogor, dan Kota Cirebon. Begitu juga beberapa lintas sektor seperti Departemen Perhubungan dengan menetapkan penerbangan pesawat menjadi penerbangan tanpa asap rokok. Depdiknas menetapkan sekolah menjadi kawasan tanpa rokok serta beberapa Pemda yang menyatakan tempat kerja sebagai kawasan tanpa rokok. Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau arena yang dinyatakan dilarang untuk produksi, penjualan, iklan, promosi, ataupun penggunaan rokok. Penetapan Kawasan Tanpa Rokok perlu diselenggarakan di tempat umum, tempat kerja, angkutan umum, tempat ibadah, arena kegiatan anak-anak, institusi pendidikan dan tempat pelayanan kesehatan.

Namun, rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok menjadi alasan sulitnya penetapan Kawasan Tanpa Rokok yang ditunjukkan dengan keadaan hampir 70 % perokok di Indonesia mulai merokok sebelum umur 19 tahun. Bahkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2003 menyebutkan usia 8 tahun sudah mulai merokok.

                                                                    

2.8              Tips Berhenti Merokok

Menurut Charles F. Wetherall (2001:20-27) tips-tips berhenti merokok yakni :

  1. Tentukan alasan mengapa anda berhenti merokok !
  2. Urutkanlah nilai penting rokok dalam gaya hidup anda !
  3. Perlahan dan pasti, kurangilah konsumsi rokok anda !
  4. Putuskan untuk berhenti !
  5. Bertahan dari segala deravdan godaan !

Riyogarta dalam situs www.antirokok.com (2008:01) menyatakan bahwa ada beberapa tips berhenti merokok antara lain :

  1. Jangan membawa korek api atau pemantik
    Untuk merokok dibutuhkan korek api atau pemantik –kalau Anda terbiasa menyalakan rokok dengan menggesek batu atau kayu ya silakan saja Dengan membiasakan diri untuk selalu tidak membawa korek api atau pemantik, maka kita akan susah dan berusaha meminjam ke orang lain setiap kali mau merokok. Hal ini sudah saya lakukan cukup lama bahkan sudah menjadi salah satu ciri khas saya dimata teman-teman
  2. Hilangkan semua korek api atau pemantik di tempat tinggal kita
    Di rumah saya agak susah mencari korek api atau pemantik, saya menyalakan rokok menggunakan kompor gas .
  1. Habiskan dan jangan dibuang!
    Maksudnya, jika Anda telah membeli sebungkus rokok dan belum habis karena menjalankan tips nomor 1, 2. Lalu rokok sudah berasa asem karena masuk angin, Anda harus bertanggung jawab untuk tetap menghabiskannya! Ini akan membuat Anda berhitung dan berpikir untuk melakukan tip nomor 5.
  2. Membeli rokok batangan
    Saran saya, belilah mulai dari setengah bungkus lalu menurun sampai pada beli satu atau dua batang. Ini harus Anda lakukan dengan komitmen yang kuat. Jadi Anda harus tetap melakukan hal ini walaupun Anda sedang memegang uang dengan pecahan yang cukup besar untuk membeli satu atau dua batang rokok.
  3. Berdoa terus agar harga rokok semakin mahal
  4. Membeli rokok dengan PPRUDDT
    Saya sempat melakukan hal ini yaitu membeli rokok dengan Potongan Pajak Rokok Untuk Dimasukan Dalam Tabungan. Disarankan dimasukan ke tabungan orang lain misalnya tabungan istri atau pacar atau siapa saja yang penting bukan tabungan Anda sendiri.
    Jadi, kita harus disiplin untuk selalu memasukan sejumlah uang kedalam tabungan sebesar X persen dari harga rokok yang kita beli.
  5. Cari istri atau suami atau pacar yang anti dengan asap rokok
    Nah, ini penting banget dan bisa menjadi motivasi kuat untuk mengurangi bahkan berhenti sama sekali.

Menurut Djoko Arisworo, Yusa, dan Nana Sutresna  (2007:80) tips-tips berhenti merokok yakni :

  1. 1.      Teguhkan niat untuk berhenti merokok dan jangan pernah terpengaruh oleh teman-teman.
  2. 2.      Jika ingin merokok, alihkan perhatian dan ingatkan diri akan bahaya rokok, minum air putih yang banyak, dan bernapas panjang yang dalam beberapa kali.
  3. 3.      Apabila gelisah, sulit konsentrasi, dan tidak bersemangat. Maka gerakkan badan di udara segar, rentangkan kaki selebar bahu, tarik napas yang panjang dan dalam, serta lakukan beberapa kali pemijatan pada garis tengah pucuk kepala dalam 30 hitungan.
  4. 4.      Makanlah sayur, buah segar, dan minum banyak air putih.
  5. 5.      Kendalikan diet dan lakukan olahraga.
  6. 6.      Jika ingin merokok sesudah amkan segeralah berdiri dan lakukan kegiatan lain.
  7. 7.      Biasa merokok sambil minum kopi. Maka gantikan kopi dengan minuman lain. Makan permen pengganti rokok.
  8. 8.      Kehilangan rokok di tangan. Cobalah gantikan dengan benda lain

Menurut Anonim (2006:25) tips berhenti merokok jika kecanduan antara lain sebagai berikut :

v    Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhentinya merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu).

v    Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok.

v    Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri.

v    Berolahraga yang menyenangkan dan disukai, secara teratur dan terukur.

v    Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah nafas dalam-dalam.

Tips berhenti merokok karena ketergantungan :

v    Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku.

v    Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api.

v    Jika biasa merokok untuk menenangkan diri , cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, dan keguguran.

Berikut ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :

v    Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara , atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit itu menyerang diri kita sendiri.

v    Jika keinginan merokok sangat kuat, lakukan olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi hobi anda.

v    Jika berfikir bahwa rokok membuat kita menjadi tenang, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak bisa mengatasi masalah yang ada.

v    Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk mengalihkan perhatian dari rokok.

v    Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan apa yang akan dipilih diubah berkaitan dengan situasi merokok.

v    Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

2.9              Contoh  Kasus Merokok

Yustin Wiranaga (2007:10) menyatakan bahwa berdasarkan penelitian di Brisbane, Australia menemukan bahwa anak-anak dari 1000 wanita yang merokok selama kehamilan memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mulai merokok pada usia 14 tahun, dan dua kali lebih besar untuk merokok nantinya dibandingkan anak-anak lain. Tidak hanya dapat mempengaruhi pertumbuhan janin, riset ini juga menunjukka bahwa wanita perokok berat memiliki kemungkinan kecil dapat hamil melalui pembuahan in vitro, bahkan jiak menggunakan sel telur donasi, karena merokok membuat rahim mereka kurang reseptif terhadap embrio dan menurunkan embrio tersebut menempel pada rahim.

Menurut Adelia Rahmi dalam Kompas (2008:17)  mengatakan razia merokok di Pemda dan DPRD Bogor adalah salah satu operasi simpatik untuk mengingatkan kita semua agar tidak merokok, khususnya di ruangan kerja. Kegiatan itu juga dalam kaitan penegakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2008 yang antara lain berisi larangan merokok di kawasan tertentu. Ketika razia merokok di DPRD banyak karyawan yang ketahuan merokok di ruang kerja. Razia ini di sepanjang pagi Kamis pada tanggal 7 Agustus 2008.

Koran Kompas (2008:08) menyatakan bahwa Tiar bin Umar, seorang penyelundup rokok. Tiar ditangkap jajaran Satuan Polisi Air (Satpolair) Polisi Kota Besar (Poltabes) Batam-Rempang-Galang (Barelang) pada saat akan menyelundupkan 58 karton rokok produk dalam negeri di Perairan Batumera, Kecamatan Batuampar, Batam, Kepri. Puluhan karton tersebut terdiri dari berbagai jenis merek seperti Gudang Garam Surya, Marlboro, Djarum, Lucky Strike, dan Sampoerna. Selain menyita barang bukti, polisi menahan sebuah kapal pompong yang digunakan untuk menyangkut puluhan karton rokok tersebut ke perbatasan Indonesia -Singapura.

Menurut Yusrin Wiranaga (2008:49) menyatakan bahwa kebiasaan merokok juga dapat dipengaruhi oleh media. Sebuah survey di Italia menunjukkan banyak remaja disana yang mulai merokok karena inginmeniru para actor dan bintang TV.

Hasil survei terhadap sekitar 500 anak berusia 13-17 tahun yang dipaparkan pada Fifth Conference Tobacco and the National Health Service tahun 2003 ini menunjukkan 12 % dari remaja disurvei merokok rata-rata 7 batang per hari. Dari survei tersebut diketahui dalam film, kartun, dan video. 62 % tindakan merokok disosialisasikan dengan karakter pemenang dan 38 % dengan karakter pecundang. Di AS, survei seruoa juga dilakukan tahun 2005. Hasilnya, hampir 40% pra remaja di AS mengaku mulai mencoba rokok karena melihatnya di film.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1    Kesimpulan

Berdasarkan uraian-uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa rokok adalah suatu benda yang terbuat dari gulungan tembakau  yang dibungkus oleh daun nipah atau kertas yang penggunaanya dibakar salah satu ujungnya kemudian diisap asapnya melalui ujung yang lain dan zat-zat yang terkandung di dalamnya sangat berbahaya bagi tubuh.

Rokok mengandung tar, nikotin, dan karbonmonoksida. Zat-zat tersebut dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin, emphysema, bronchitis, asma, hipertensi, infeksi saluran pernapasan, stroke. Hukun merokok menurut agama Islam haram. Upaya mencegah bahaya rokok adalah dengan membuat kawasan tanpa rokok di tempat-tempat umum.

3.2    Saran

            Untuk mencegah diri dari bahaya rokok penulis menyarankan agar jangan pernah mencoba merokok, karena setelah kita mencoba maka akan mengalami kecanduan maupun ketergantungan. Rokok itu berbahaya bagi tubuh karena zat yang terkandung di dalamnya beracun dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Bagi perokok pasif , jauhilah perokok aktif  sebab jika terhirup asap rokok kemungkinan akan menyebabkan timbulnya kanker, infeksi saluran pernapasan, dan penyumbatan pembuluh darah. Selama hidup kita harus menjaga supaya dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan “Katakan Tidak pada Rokok”, jangan pernah berniat dalam hati untuk mencobanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdillah,Sukron.2007. Hidup Sehat Ala Punk. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Anonim. 2000.Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja.Jakarta:Direktorat Kesehatan Keluarga.

               .2004.Ensiklopedi Nasional Indonesia.Jakarta :PT Delta Pammungkas.

               .2004.Ilmu Pengetahuan Populer.Jakarta : PT Ikrar Mandiri.

               .2006. Bahaya Rokok.        : www.netsains.com.

               .2008. Bahaya Rokok.         : http://www.anneahira.com. 

               .2008. Bahaya Rokok.         : http://www.stopmerokok.co.id

               .2006. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka      

               .2006. Lakukan Gaya Hidup Sehat mulai sekarang. Jakarta Selatan: Pusat Promosi Kesehatan.

               .2006.Rokok.            : www.wikipedia.com

                  .2007.Efek Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Tubuh Manusia.                 http://www.organisasi.org

               .2008. Penyelundup Rokok Ditangkap. Jambi: Kompas.

               .2008. Razia Rokok di Pemda dan DPRD Bogor. Jambi: Kompas.

               .2008.Wajib Diketahui Pria, Perlu Bagi Wanita.Jambi: Jambi Independent.

Arisworo, Djoko., Yusa., Sutresna, Nana.2007. IPA Kelas  VIII Jilid II. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Ariyadin.      .Relakah Maut Menjemputmu Akibat Rokok.Yogyakarta: Manyar Media.

Davidson,Gerald C., Neave,John M.,Kring,Ann M.2008.Psikologi Abnormal 9. Jakarta : PT Raja Grafindo.

Husaini, Aiman. 2007. Tobat Merokok Rahasia dan Cara Empatik Berhenti Merokok. Depok : Pustaka Iman.

Nashr, Abdul Karim Muhammad.2008.Rokok Haram.Yogyakarta:Citra Risalah.

Ramlan. 2007. IPA Kimia SMP dan MTS  Jilid 2. Bandung: PT Gramedia Pustaka Utama

Riyogarta.2008.Tips mengurangi Kebiasaan Merokok.http://www.antirokok.com

Senja, Ratu Aprilia.2006.Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.Jakarta : Difa Publisher.

Sudjadi, Bagod.,Laila, Siti. 2006. Biologi 2B SMA. Surabaya: Yudhistira.

TimMaxsimus.2007.Sehat Mau ? Memo dan Tips Kesehatan.Yogyakarta : Maxsimus.

Trinuzi.  2008.Majalah Kawanku. Jakarta: Aksara Baru .

Wetherall,Charles F.2001.Quit:Read This Book and Stop Smoking.Pennsylvania: Running Press Book Publisher.

Wiranaga,Yustin.2005.Health Today. Jakarta Utara: PT Karimata Prima Komunita .

               .2007.Health Today. Jakarta Utara: PT Karimata Prima Komunita .

                 .2008.Health Today. Jakarta Utara: PT Karimata Prima Komunita .

                 .2008.Health Today. Jakarta Utara: PT Karimata Prima Komunita .

Wirawan, Bayu.2007.Stop Smoking Revolution.Bandung:Mizan Media Utama.

Wisnu, Hendra.2004.Majalah Puncak Pas. Tangerang: PT Gaya Media Pratama.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s