Puisi dari Sebuah Nama ” Pisca Hana Marsenda “

TUHANKU

By Pisca Hana Marsenda (7 SMP)

 

Fasih mulutku menyebut asma Mu

Iringan doa kupanjatkan pada Mu

Selalu ku bersyukur pada Mu

Cintaku pada alam semesta Mu

Allah Maha Besar

Hanya Engkaulah Tuhanku

Allah Maha Esa

Namun hanya Engkau juga yang menerima taubat hamba Mu

Allah Maha Pengampun

Maafkanlah aku yang berlumur dosa

Aku berharap Engkau mengampuniku

Rinduku ingin selalu mengingat Mu

Semoga ridho Mu mengiringi setiap langkahku

Emang apalah dayaku sebagai manusia

Namun hanya Engkaulah yang dapat menentukan segalanya

Dayaku hanya dapat berdo’a dan berusaha

Aku takkan pernah putus asa

NB : ini puisi yang pertama kali gue buat dari nama panjang gue, pada saat gue duduk di bangku kelas 7 smp. jelek banget nih puisi sumpah, kagak ada indah indahnya tuh bahasa. maklumlah masih smp…tapi setidaknya gue udah usaha donk melakukan yang terbaik. alhamdulillah gue dapat kesempatan maju ke depan kelas untuk bacain puisinya.gila deg-degan banget baca puisinya waktu itu seakan-akan tampil depan presiden dulu gue salah satu siswi yang amatiran kalo disuruh buat puisi. semoga aja saat beranjak sma uda ada peningkatan dengan kecantikan bahasanya, check it out….

PELITA HATIKU

By Pisca Hana Marsenda (10 SMA)

Pesona wajahmu mengalihkan pandanganku

Indahnya matamu meluluhkan hatiku

Senyum manismu mendebarkan jantungku

Cahaya hatimu menyinari duniaku

Alunan suaramu menggetarkan jiwaku

Hari-hariku terasa indah ketika kau hadir menemani hidupku

Aneh memang saat rasa itu menggeluti batinku

Naluri akan dirimu seolah menguasai diriku

Alangkah istimewanya dirimu bagiku

Mampukah aku bertahan tanpamu

Aku tak ingin kau pergi dari sisiku

Rasa khawatir kehilanganmu menghantui diriku

Semua itu kulakukan karena ku mendambakanmu

Enggan rasanya aku ungkapkan

Namun rasa ini tak sanggup kutahan

Didalam lubuk hatiku yang terdalam

Aku berharap kau menjadi pelita di hariku yang kelam

NUANSA HATIKU

By Pisca Hana Marsenda (10 SMA)

 

Pipi

Ini

Selalu basah karena

Curahan

Air mataku

Hanya

Angan-angan dan

Nuansa kesedihan yang

Aku rasakan

Mampukah

Aku bertahan menghadapi

Rasa duka ini

Saat

Engkau pergi meninggalkanku

Namamu selalu terukir

Didalam hatiku yang

Amat dalam

TERANGNYA MALAMKU

By Pisca Hana Marsenda (10 SMA)

 

Pancaran cahaya rembulan di angkasa

Inginku menggapainya

Sinarnya menerangi malamku

Cahaya dirinya

Akan mampu melenyapkan setiap kegelapan

Hanyut

Aku dalam

Naungan malam yang

Amat mengagumkan

Meskipun

Aku hanya bisa

Rasakan KeagunganMu

Semua itu tetap aku syukuri

Engkau kan selalu ada dalam

Nuraniku

Didalam hidupku

Aku lakukan hanya untukMu

HARAPANKU

By Pisca Hana Marsenda (11 SMA)

Jum’at, 10 Juni 2011

 

Puisi-puisi cinta telah kuukir di hatiku

Indahnya dirimu sebagai inspirasiku

Saat kau hadir dihidupku

Cinta itu tumbuh dalam dadaku yang

Akan selalu kurawat

 

Hanya kau yang berada dalam kalbuku

Aneh saat kusadari betapa cepat aku mencintaimu

Namun aku tak sanggup berbohong

Aku ingin memilikimu

 

Mimpiku kau selalu disisiku

Aku sangat mengharapmu

Ragaku ingin memelukmu

Sukmaku tertanam cintamu

Egokah aku

Naunganku merasa itu benar

Dan aku terlalu memaksa

Aku harus mengambil hatimu

 

PERIH

By Pisca Hana Marsenda (11 SMA)

Selasa , 14 Juni 2011

 

Perih ….suasana hatiku saat ini

Inikah yang harus kurasakan

Saat kau tak bisa kumiliki

Cahaya dalam batinku seakan redup

Akan bayang-bayangmu

 

Hancur hati ini ketika kau bersamanya

Aku seakan terperosok ke dalam jurang yang sangat curam

Nuraniku tak sanggup kuabaikan

Aku ingin kau berada di dekapku

 

Marilah mendekat karena

Aku telah terjerat panah asmaramu

Risau hati ini menunggumu

Segeralah kau datang

Entah mengapa aku tak bisa melepasmu untuknya

Nirmala pun telah menyarankanku tuk merelakanmu

Dan waktu pun tetap menjawab bahwa

Aku harus melupakanmu seumur hidupku

 

KAU MENJADI MILIKKU

By Pisca Hana Marsenda (11 SMA)

Selasa , 14 Juni 2011

 

Panah asmaramu menancap dihatiku

Ingin selalu kujaga rasa ini

Salahkah aku

Cerita cinta kutulis di kalbuku

Antara kau dan aku

 

Hanya kau yang bisa luluhkan hati ini

Aku tak percaya kini ku bersamamu

Nikmatnya dunia ini

Adalah hal yang aku rasakan

 

Mencuri hatimu

Adalah hal tersulit

Rupamu membuat kau

Selalu dipuja wanita

Egonya aku, kau harus jadi milikku

Namun aku tak bisa biarkan

Dirimu memilih yang lain selain

Aku

 

SUJUD KEPADAMU

By Pisca Hana Marsenda (11 SMA)

Selasa, 14 Juni 2011

 

Purnama sang rembulan menemaniku

Indahnya malam begitu mengagumkan

Seolah membiusku

Cahaya bintang terangi jiwaku

Andai ku mampu meraihmu

 

Herannya aku menatap keagungan Mu

Alunan angin yang berdendang berkata

Niscaya ku akan tahu mengapa Sang Kuasa ciptakan keindahan ini

Akankah ini terus ada, maka sujudlah karena  aku adalah hamba Mu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s